Senin, 06 Mei 2013

Tahapan Proses Bayi Tabung



Istilah bayi tabung sudah tidak asing lagi bagi kita. Sudah sering kita mendengar berita tentang kelahiran bayi yang berasal dari proses bayi tabung, ada yang sampai kembar 4, bahkan lebih. Lalu, apa sebenarnya bayi tabung itu? Bagaimana proses “pembuatan” bayi tabung itu? Apakah bayi itu benar-benar tumbuh di dalam tabung? Berikut ini penjelasannya.

Proses bayi tabung sebenarnya adalah pengembangan dari inseminasi buatan, yaitu pembuahan sel telur oleh sperma yang terjadi di luar Rahim. Istilah medisnya adalah in vitro vertillization (IVF) yang artinya adalah pembuatan di dalam gelas/tabung. Sebenarnya, proses ini tidak benar-benar terjadi di dalam tabung.

Sel telur yang berhasil diambil, lalu diletakan dalam inkubator yang memiliki suhu mirip dengan Rahim. Setelah itu, dilakukan proses pengambilan sperma. Untuk IVF ini, dibutuhkan jumlah sperma yang banyak, yaitu sekitar 50.000 hingga 100.000 sperma. Setelah siap, sperma dan sel telur ini diletakkan dalam satu wadah yang sama dan dibiarkan hingga sperma itu bisa membuahi sel telur. 

Jika telah berhasil, ditandai dengan terjadinya pembelahan dan terdapat dua inti sel baru dan berkembang menjadi embrio, maka embrio akan diambil dan ditanamkan kembali ke dalam Rahim, biasanya, maksimal empat embrio yng bisa ditanamkan kedalam Rahim. Dua minggu setelah penanaman embrio, akan dilakukan tes hormone Beta HCG dan urine untuk memastikan apakah terjadi kehamilan atau tidak

Beberapa yang harus Anda lakukan ketika melakukan proses bayi tabung adalah dengan mempertimbangkan hal berikut :
  • Anda sudah sangat yakin untuk melakukannya sehingga memperlancar proses bayi tabung yang akan dilakukan.
  • Menjaga kesehatan tubuh agar ketika sperma disuntikkan bisa mengontrol hormone sesuai yang diinginkan dan akan berlangsung selama kurang lebih 3 minggu.
  • Persiapan secara fisik dan mental ketika proses pengeluaran sel telur dari rahim serta proses penyeleksiannya agar bisa mendapatkan sel telur terbaik untuk bakal proses bayi tabung.
  • Persiapan untuk proses injeksi sel telur ke dalam rahim setelah sel telur tersebut dibuahi  dengan menggunakan proses in virro fertilization.
  • Setelah selesai proses injeksi, pihak wanita kembali bersiap mendapatkan suntikan hormon untuk penguatan sel telur selama 17 hari.
  • Persiapan mental apakah proses yang dilakukan membuahkan hasil atau tidak. Jika tidak berhasil maka akan melalui tahapan-tahapan awal kembali.
Beberapa tahapan pada proses bayi tabung adalah melalui tiga tahapan berikut :
  • Persiapan Petik Ovum (Per-Uvu) dimana proses ini menjadi dua bagian yaitu fase down regulation dan terapi stimulasi. Fase down regulation adalah proses menciptakan keadaan agar indung telur siap menerima terapi stimulasi yang berlangsung antara 2 minggu hingga satu bulan. Setelah itu dilakukan terapi simulasi untuk merangsang pertumbuhan folikel pada indung telur yang paling siap dan matang ketika tiba operasi petik ovum.
  • Tahap kedua adalah operasi petik ovum/Ovum Pick-Up (OPU) untuk mendapatkan indung telur paling matang yang siap dijadikan proses awal bayi tabung.
  • Tahap ketiga adalah tahap yang meliputi dua fase, yaitu transfer embrio dan terapi obat penunjang kehamilan. Fase transfer embrio adalah proses memasukkan dua atau maksimum tiga embrio yang sudah terseleksi ke dalam rahim. Kemudian lanjut dengan terapi obat penunjang kehamilan untuk mempersiapkan rahim bisa membuat embrio bisa berkembang normal.
Secara umum proses bayi tabung terdiri dari 8 tahap:
  1. Pemeriksaan USG, hormon, saluran telur, dan sperma.
  2. Penyuntikan obat untuk membesarkan sel telur.
  3. Penyuntikan obat penekan hormon.
  4. Pengambilan sel telur.
  5. Pembuahan.
  6. Pengembangan embrio.
  7. Penanaman embrio.
  8. Menunggu hasil.

Program Bayi Tabung yang aman


Program bayi tabung merupakan salah satu harapan bagi pasangan suami istri yang mendambakan keturunan. Saat keduanya dinyatakan “OK” secara medis, namun kehamilan belum juga terjadi, maka konsepsi atau pembuahan bisa diupayakan di luar tubuh calon ibu, yang kemudian ‘ditanam’ di dalam rahim. Teknik ini juga dikenal sebagai ‘in vitro fertilization’ (IVF).
Proses program bayi tabung memang bukan proses singkat. Sebelum Anda menjalani program bayi tabung Anda dan suami harus menjalani konseling, pemeriksaan fisik/ginekologik, pemeriksaan ultrasonografi dan hormon, analisa sperma, dan evaluasi gaya hidup (merokok, minum minuman beralkohol dan sebagainya).
Sebenarnya program bayi tabung aman dilakukan berkali-kali selama usia calon ibu dan ayah masih memungkinkan untuk mengikuti program bayi tabung. Hal ini disebabkan faktor utama keberhasilan program bayi tabung tak lain adalah usia calon ibu dan ayah. Semakin muda usia peserta program bayi tabung maka semakin banyak pula tingkat keberhasilannya. Sebaliknya jika usia peserta lebih dari 40 tahun maka semakin sedikit peluang berhasilnya.
Seperti kita ketahui bahwa kualitas sel telur akan semakin menurun seiring bertambahnya usia. Apalagi kaum hawa akan mengalami peristiwa menopause ketika menginjak usia 40 tahunan, dimana indung telur sudah tidak mampu lagi memproduksi sel telur lagi. Oleh karena itu sebelum usia Anda semakin menua, alangkah baiknya untuk tidak menunda program bayi tabung jika dirasa memang sudah siap.
Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk tujuan program bayi tabung ini, diantaranya empat tips berikut untuk meningkatkan kesuksesan program inseminasi buatan yang kita ikuti.
1.      Berhentilah merokok
Merokok dapat memberikan dampak yang buruk bagi kesuburan wanita dan pria. Salah satu hasil studi menunjukkan bahwa merokok dapat menurunkan tingat fertilitas wanita sekitar 40% sedangkan pada pria 75%. Selain itu walaupun proses kehamilan terjadi namun kedua belah pihak masih merokok hal ini bisa memberikan tingkat keabnormalan pada bayi yang dikandung. Jadi jika ingin mengikuti program bayi tabung  suami (atau istri) setidaknya berhenti merokok tiga bulan sebelum terapi dimulai.
2.      Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol
Wanita yang sedang mengandung sangat dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. Alkohol memang terbukti memiliki kaitan dengan berbagai masalah kesuburan yang menyerang pria dan wanita. Oleh sebab itu pasangan yang hendak mengikuti fertilisasi in vitro harus menghentikan kebiasaan konsumsi alkohol.
3.      Tidur cukup
Istirahat yang paling baik adalah tidur. Mendapatkan tidur yang cukup bagi suami-istri yang mengambil program IVF sangat penting. Dimana tidur akan berdampak besar bagi seluruh aspek kehidupan kita yakni dari siklus menstruasi, terjadinya ovulasi, atau bahkan produksi hormon stress. Mekanisme tubuh yang kompleks agar bisa bekerja dengan baik bagi sistem reproduksi kita mengharuskan penurunan tingkat hormon stress, dimana hormon yang bertugas untuk kesuburan akan meningkat saat tidur. So, dianjurkan bagi pasangan yang hendak mengikuti program bayi tabung haruslah mendapatkan tidur yang cukup antara 7-9 jam perhari.
4.      Pola diet
Diet berpengaruh terhadap kesehatan. Diet berkualitas rendah memang dihubungkan dengan berbagai macam penyakit seperti kanker dan diabetes. Sebelum memulai program bayi tabung sebaiknya kita mengkonsumsi makanan sehat seperti aneka sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, beras merah, dan bagus pula untuk mengkonsumsi suplemen untuk ibu hamil.
Keberhasilan pasangan untuk bisa hamil dengan mengikuti program bayi tabung memang bervariasi. Akan tetapi tidak ada salahnya untuk mengikuti 4 Tips Penting Sebelum Melakukan Program Bayi tabung diatas untuk kesuksesan terapi inseminasi buatan yang kita ikuti.

Proses Pembuatan Bayi Tabung



Bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh ibu, istilahnya in vitro vertilization (in vitro bahasa latin, artinya “dalam gelas atau tabung,” vertilization artinya pembuahan). Dalam proses bayi tabung, sel telur matang diambil dari indung telur ibu, dibuahi dengan sperma di dalam medium cairan. Setelah berhasil, embrio kecil yang terjadi dimasukkan ke rahim dengan harapan berkembang menjadi bayi.

Proses pembuahan dengan metode bayi tabung dilakukan antara sel sperma suami dengan sel telur isteri, dengan bantuan tim medis untuk mengupayakan sampainya sel sperma suami ke sel telur isteri. Sel sperma tersebut kemudian akan membuahi sel telur bukan pada tempatnya yang alami. Setelah itu, sel telur yang telah dibuahi ini kemudian diletakkan pada rahim isteri dengan cara tertentu sehingga kehamilan akan terjadi secara alamiah di dalamnya.

Cara pembuatan bayi tabung atau proses terjadinya bayi tabung, untuk memulai proses bayi tabung dibutuhkan tekad yang kuat mengingat prosesnya yang tidak mudah. Berikut ini adalah tahap-tahap proses bayi tabung:

1.  Persiapan mental diwajibkan bagi pasangan lewat konseling yang diberikan oleh pekerja sosial yang disediakan oleh rumah sakit. Intinya kita disuruh bersiap untuk menghadapi keadaan kalau proses bayi tabung berhasil maupun tidak berhasil.

2.  Perkembangan hormon yang terkontrol dimulai sesaat setelah mendapatkan mens, tepatnya pada hari ke dua lewat suntikan yang diberikan setiap hari selama kurang lebih tiga minggu, ya betul 3 minggu! sampai mencapai ukuran telur yang diharapkan.

3.  Tahap pematangan telur melalui injeksi obat hormon satu hari sebelum sel telur yang matang dikeluarkan. Pengeluaran telur melalui proses operasi kecil, telur diambil sebanyak- banyaknya.

4.  Tahapan proses pembuahan sel telur dengan sperma menjadi embrio, dilakukan oleh embriologist di rumah sakit.

5.  Setelah dua hari pembuahan, embrio yang terbaik dipilih dan dimasukkan kedalam rahim. Kali ini prosesnya mudah, hanya memerlukan wantu sekitar 10 menit.

6.  Agar emrio dalam rahim dapat bertahan & berkembang dengan baik maka harus mengalami suntikan hormon setiap hari selama 17 hari. Setelah itu barulah didapatkan kepastian hamil atau tidaknya.

Bayi tabung pertama lahir ke dunia ialah Louise Brown. Ia lahir di Manchester, Inggris, 25 Juli 1978 atas pertolongan Dr. Robert G. Edwards dan Patrick C. Steptoe. Sejak itu, klinik untuk bayi tabung berkembang pesat. Teknik bayi tabung ini telah menjadi metode yang membantu pasangan subur yang tidak mempunyai anak akibat kelainan pada organ reproduksi anak pada wanita
 
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BAYI TABUNG DI ADAKAN
Banyak faktor yang menjadi penyebab infertilitas sehingga pasangan suami istri tidak mempunyai anak, antara lain:

1.  Faktor hubungan seksual, yaitu frekuensi yang tidak teratur (mungkin terlalu sering atau terlalu jarang), gangguan fungsi seksual pria yaitu disfungsi ereksi, ejakulasi dini yang berat, ejakulasi terhambat, ejakulasi retrograde (ejakulasi ke arah kandung kencing), dan gangguan fungsi seksual wanita yaitu dispareunia (sakit saat hubungan seksual) dan vaginismua.

2.  Faktor infeksi, berupa infeksi pada sistem seksual dan reproduksi pria maupun wanita, misalnva infeksi pada buah pelir dan infeksi pada Rahim.

3.  Faktor hormon, berupa gangguan fungsi hormon pada pria maupun wanita sehingga pembentukan sel spermatozoa dan sel telur terganggu.

4.  Faktor fisik, berupa benturan atau temperatur atau tekanan pada buah pelir sehingga proses produksi spermatozoa terganggu.

5.  Fakror psikis, misalnya stress yang berat sehingga mengganggu pembentukan set spermatozoa dan  sel telur.

Untuk menghindari terjadinya gangguan kesuburan pada pria maupun wanita, maka faktor-faktor penyebab tersebut tersebut harus dihindari. Tetapi kalau gangguan kesuburan telah terjadi, diperlukan pemeriksaan yang baik sebelum dapat ditentukan langkah pengobatannya.


Kamis, 02 Mei 2013

Apa Itu Bayi Tabung?


Bayi tabung merupakan  istilah yang diberikan untuk proses “pembuatan” bayi melalui teknik fertilisasi in vitro (in vitro fertilization atau ivf). Lazimnya, fertilisasi terjadi di saluran reproduksi wanita (dikenal dengan istilah fertilisasi in vivo). Akan tetapi, kini berkat kemajuan teknologi, sperma dan ovum bisa dipertemukan di lab dan kemudian terjadi penggabungan atau fertilisasi (fertilisasi in vitro).

Teknologi ivf digunakan dengan target para pasangan  yang kesulitan mendapatkan keturunan, hingga wanita single yang ingin memiliki anak dengan kualifikasi tertentu. Selain itu, ada juga beberapa orang yang menjalankan program bayi tabung dengan cara meminta donor sperma dari publik figur yang dianggap memiliki kualitas yang didambakan.
 
Secara Singkat, proses bayi tabung sendiri adalah sebagai berikut:
  1. Mengambil ovum wanita
  2. Mendapatkan sperma laki-laki
  3. Fertilisasi sperma dan ovum di laboratorium
  4. Seleksi terhadap embrio hasil fertilisasi. Misalnya seleksi terhadap penyakit keturunan hemofilia dan albino.
Pada proses seleksi ini nasib embrio bermacam-macam tergantung dari “kualitasnya”. Embrio yg dipastikan sehat akan mengalami 4 kemungkinan nasib; 
  1. Ditanam di rahim ibu menjadi bayi idaman
  2. Didonorkan ke pasangan infertil lain
  3. Disimpan untuk ditanam dengan cara dibekukan 
  4. Disumbangkan untuk kepentingan riset.

Sedangkan embrio sakit akan mengalami 2 kemungkinan nasib sebagai berikut; 
  1. Dibuang
  2. dan disumbangkan untuk kepentingan peneliti.

Disinilah letak titik inti kontroversi ivf. Bagi para penentang ivf, perlakuan terhadap embrio yang merupakan calon manusia tersebut sungguh sangat tidak bisa dibenarkan. Sementara bagi yang pro terhadap ivf, sah-sah saja memperlakukan embrio sedemikian rupa. Toh cuma hasil fusi sperma dan ovum yg belum memiliki kesadaran. Sama sekali belum bisa dianggap sebagai manusia.