Tampilkan postingan dengan label proses bayi tabung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label proses bayi tabung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2013

Proses Terjadinya Bayi Tabung


        Ketika hubungan suami isteri yang dilakukan secara konvensional tidak mampu mengantarkan sperma sampai ke sel indung telur dalam rahim, proses bayi tabung bisa menjadi alternatif bagi pasangan suami isteri (pasutri) untuk mendapatkan keturunan.

Namun bagi Anda yang telah memutuskan proses bayi tabung sebagai alternatif solusi untuk mendapatkan keturunan, ada baiknya Anda mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

1.     Memiliki keyakinan yang kuat agar proses pembuatan bayi tabung bisa berhasil.
2.   Menjaga kesehatan tubuh secara optimal sebelum penyuntikan sperma dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengontrol hormon tubuh agar sesuai yang diharapkan dan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu.
3.  Persiapan menghadapi proses pengeluaran sel telur dari rahim serta proses seleksi untuk mendapatkan sel telur yang terbaik.
4.   Persiapan menjalani proses injeksi sel telur ke dalam rahim setelah sel telur tersebut dibuahi secara In Vitro Fertilization (IVF).
5.   Setelah proses injeksi selesai dilakukan, pihak isteri harus kembali bersiap mendapatkan suntikan hormon untuk penguatan sel telur selama 17 hari. Baru setelah itu bisa dideteksi apakah kehamilan bisa terjadi ataukah sebaliknya.
Berikut adalah beberapa proses bayi tabung (IVF) yang dijelaskan dengan gambar beserta penjelasannya agar pilihan untuk melakukan proses bayi tabung yang akan diambil tepat atau tidak.
1.   Untuk mendapatkan kehamilan, satu sel sperma harus bersaing dengan sel sperma yang lain. Sel Sperma yang kemudian berhasil untuk meneronos sel telur merupakan sel sperma dengan kualitas terbaik saat itu.
2.    Selama masa subur, wanita akan melepaskan satu atau dua sel telur. Sel telur tersebut akan berjalan melewati saluran telur dan kemudian bertemu dengan sel sperma pada kehamilan yang normal.
3.     Dalam IVF, dokter akan mengumpulkan sel telur sebanyak-banyaknya. Dokter kemudian memilih sel telur terbaik dengan melakukan seleksi. sahabat anehdidunia.blogspot.com pada proses ini pasien disuntikkan hormon untuk menambah jumlah produksi sel telur. Perangsangan berlangsung 5 - 6 minggu sampai sel telur dianggap cukup matang dan siap dibuahi. Proses injeksi ini dapat mengakibatkan adanya efek samping.
4. Setelah hormon penambah jumlah produksi sel telur bekerja maka sel telur siap untuk dikumpulkan. Dokter bedah menggunakan laparoskop untuk memindahkan sel-sel telur tersebut untuk digunakan pada proses bayi tabung (IVF) berikutnya.
5.   Sebelumnya suami akan menitipkan sperma kepada laboratorium dan kemudian dibekukan untuk menanti saat ovulasi. Sperma yang dibekukan disimpan dalam nitrogen cair yang dicairkan secara hati-hati oleh para tenaga medis.
6.  Pada sel sperma dan sel telur yang terbukti sehat, akan sangat mudah bagi dokter untuk menyatukan keduanya dalam sebuah piring lab. Namun bila sperma tidak sehat sehingga tidak dapat berenang untuk membuahi sel telur, maka akan dilakukan ICSI.
7.   Setelah sel telur dipertemukan dengan sel sperma, akan dihasilkan sel telur yang telah dibuahi (disebut dengan nama embrio). Embrio ini kemudian akan membelah seiring dengan waktu. Embrio ini memiliki 4 sel, yang diharapkan mencapai stage perkembangan yang benar.
8.     Dokter kemudian memilih 3 embrio terbaik untuk ditransfer yang diinjeksikan ke sistem reproduksi si pasien.
9.   Setelah embrio memiliki 4 - 8 sel, embrio akan dipindahkan kedalam rahim wanita dan kemudian menempel pada rahim. Selanjutnya embrio tumbuh dan berkembang seperti layaknya kehamilan biasa sehingga kehadiran bakal janin dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG.

Senin, 06 Mei 2013

Tahapan Proses Bayi Tabung



Istilah bayi tabung sudah tidak asing lagi bagi kita. Sudah sering kita mendengar berita tentang kelahiran bayi yang berasal dari proses bayi tabung, ada yang sampai kembar 4, bahkan lebih. Lalu, apa sebenarnya bayi tabung itu? Bagaimana proses “pembuatan” bayi tabung itu? Apakah bayi itu benar-benar tumbuh di dalam tabung? Berikut ini penjelasannya.

Proses bayi tabung sebenarnya adalah pengembangan dari inseminasi buatan, yaitu pembuahan sel telur oleh sperma yang terjadi di luar Rahim. Istilah medisnya adalah in vitro vertillization (IVF) yang artinya adalah pembuatan di dalam gelas/tabung. Sebenarnya, proses ini tidak benar-benar terjadi di dalam tabung.

Sel telur yang berhasil diambil, lalu diletakan dalam inkubator yang memiliki suhu mirip dengan Rahim. Setelah itu, dilakukan proses pengambilan sperma. Untuk IVF ini, dibutuhkan jumlah sperma yang banyak, yaitu sekitar 50.000 hingga 100.000 sperma. Setelah siap, sperma dan sel telur ini diletakkan dalam satu wadah yang sama dan dibiarkan hingga sperma itu bisa membuahi sel telur. 

Jika telah berhasil, ditandai dengan terjadinya pembelahan dan terdapat dua inti sel baru dan berkembang menjadi embrio, maka embrio akan diambil dan ditanamkan kembali ke dalam Rahim, biasanya, maksimal empat embrio yng bisa ditanamkan kedalam Rahim. Dua minggu setelah penanaman embrio, akan dilakukan tes hormone Beta HCG dan urine untuk memastikan apakah terjadi kehamilan atau tidak

Beberapa yang harus Anda lakukan ketika melakukan proses bayi tabung adalah dengan mempertimbangkan hal berikut :
  • Anda sudah sangat yakin untuk melakukannya sehingga memperlancar proses bayi tabung yang akan dilakukan.
  • Menjaga kesehatan tubuh agar ketika sperma disuntikkan bisa mengontrol hormone sesuai yang diinginkan dan akan berlangsung selama kurang lebih 3 minggu.
  • Persiapan secara fisik dan mental ketika proses pengeluaran sel telur dari rahim serta proses penyeleksiannya agar bisa mendapatkan sel telur terbaik untuk bakal proses bayi tabung.
  • Persiapan untuk proses injeksi sel telur ke dalam rahim setelah sel telur tersebut dibuahi  dengan menggunakan proses in virro fertilization.
  • Setelah selesai proses injeksi, pihak wanita kembali bersiap mendapatkan suntikan hormon untuk penguatan sel telur selama 17 hari.
  • Persiapan mental apakah proses yang dilakukan membuahkan hasil atau tidak. Jika tidak berhasil maka akan melalui tahapan-tahapan awal kembali.
Beberapa tahapan pada proses bayi tabung adalah melalui tiga tahapan berikut :
  • Persiapan Petik Ovum (Per-Uvu) dimana proses ini menjadi dua bagian yaitu fase down regulation dan terapi stimulasi. Fase down regulation adalah proses menciptakan keadaan agar indung telur siap menerima terapi stimulasi yang berlangsung antara 2 minggu hingga satu bulan. Setelah itu dilakukan terapi simulasi untuk merangsang pertumbuhan folikel pada indung telur yang paling siap dan matang ketika tiba operasi petik ovum.
  • Tahap kedua adalah operasi petik ovum/Ovum Pick-Up (OPU) untuk mendapatkan indung telur paling matang yang siap dijadikan proses awal bayi tabung.
  • Tahap ketiga adalah tahap yang meliputi dua fase, yaitu transfer embrio dan terapi obat penunjang kehamilan. Fase transfer embrio adalah proses memasukkan dua atau maksimum tiga embrio yang sudah terseleksi ke dalam rahim. Kemudian lanjut dengan terapi obat penunjang kehamilan untuk mempersiapkan rahim bisa membuat embrio bisa berkembang normal.
Secara umum proses bayi tabung terdiri dari 8 tahap:
  1. Pemeriksaan USG, hormon, saluran telur, dan sperma.
  2. Penyuntikan obat untuk membesarkan sel telur.
  3. Penyuntikan obat penekan hormon.
  4. Pengambilan sel telur.
  5. Pembuahan.
  6. Pengembangan embrio.
  7. Penanaman embrio.
  8. Menunggu hasil.